Untitled-1.jpg

   
 
link-kiri.jpg


 
   
 

SEMARANG, sebagai kota raya dan lbu kota Jawa Tengah, memiliki sejarah yang panjang. Mulanya dari dataran lumpur,yang kemudian hari berkembang pesat menjadi lingkungan maju dan menampakkan diri sebagai kota yang penting. Sebagai kota besar, ia menyerap banyak pendatang. Mereka ini, kemudian mencari penghidupan dan menetap di Kota Semarang sampai akhir hayatnya. Lalu susul menyusul kehidupan generasi berikutnya. Di masa dulu, ada seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang, meninggalkan Demak menuju ke daerah Barat Disuatu tempat yang kemudian bernama Pulau Tirang, membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

 


 
Alun-alun Semarang (Parade-Square) Aloen-aloen now Pasar (Market) Yaik Permai (+/- 1921) Alun-alun Semarang (Parade-Square) Aloen-aloen now Pasar (Market) Yaik Permai (+/- 1921) The Dr. De Vogelweg, New Semarang, now called Jl. Letjen S. Parman (+/- 1910)
     
Kalisari now called Jl. Dr. Sutomo, on the right side the Jl. Kaligarang (1919) Pecinan in Semarang City Jl. Randoesari, now called Jl. Pandanaran (1900)
     
Tanah Poetih now called Jl. Dr. Wahidin (+/- 1950) (Photo: R.hoemakers) Poncol Railway Station
     
Gereja Blenduk Tawang Railway Station
     
Tawang Railway Station Tugu Muda Lawang Sewu
     
Anda dapat mendapatkan gambar-gambar yang lebih lengkap dengan mengunjungi www.semarang.nl

 

 

Untitled Document


 

 

Untitled Document
 

Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs

.. Copyright 2007 Central Java Culture & Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone