Duwet
Bahasa
 
 
 
+
 
+
 
+
 
+
 
+
 
+
 
+
 
 
 


 
Profil
 
1.
Pengantar
 
Sejarah
Berdasarkan penuturan sesepuh desa, pembangunan desa dimulai dari sejarah pelarian perang Diponegoro dari Yogyakarta yang bernama Joyokusumo. Daerah-daerah yang dilewati oleh Joyokusumo kemudian dijadikan dusun dengan nama sesuai yang dialami/dirasakan oleh Joyokusumo ketika melakukan pelarian. Misalnya dusun Mansuran, penamaan dusun karena nafas Joyokusumo dalam pelarian yang "ngansur-ansur", dusun Soran karena terdesak kalah/"kasoran", dusun Salam Rejo karena sudah mulai merasa aman.

Sejarah di atas menunjukkan adanya hubungan antara desa Duwet dengan keraton Yogyakarta. Hal itu juga ditunjukkan dari posisi lurah pertama desa Duwet yang menjalankan pemerintahannya dan mengabdikan diri pada keraton Yogyakarta.

Keadaan Geografis dan Demografi Desa
Luas wilayah desa sebesar 94,18 Ha dengan dibatasi oleh desa Mranggen (sebelah Utara), desa Karang Lo (sebelah selatan), desa Dernals Ijo (sebelah barat) dan desa Gatak (sebelah timur). Sebaglan besar wilayahnya diperuntukan bagi areal pertanian (61,50 Ha), sedangkan ladang/tegalan hanya sebesar 2,5 Ha. Sampai tahun 2006, desa Duwet dihuni oleh sekitar 2027 jiwa. Desa Duwet termasuk daerah dataran rendah, dengan ketinggian 158 meter di atas permukaan laut. Curah hulan 1082 mm/tahun dan suhu rata-rata
32 derajat Celcius.

Penduduk
Masyarakat Duwet dari komposisinya bisa dikatakan cukup plural, berbagai agama memiliki pengikutnya di desa ini. Budaya-budaya Jawa pun ada yang masih dilestarikan oleh masyarakat desa Duwet. Rasa persaudaraan dan kegotongroyongan masih terasa dan melingkupi tradisi-tradisi yang dijalankannya.

Desa Duwet termasuk desa agraris, karena kehidupan sebagian besar warga mengandalkan pertanian terutama tanaman padi, meskipun saat ini pergeseran telah terjadi, dimana sebagian warga desa lebih memilih bekerja di luar sektor pertanian. Warga Desa Duwet yang bekerja di luar sektor pertanian, antara lain di bidang pertukangan, perdagangan dan industri kerajinan rumah tangga.



Fasilitas Wisata
 
1.
Daya Tarik Wisata
 
a Tradisi Lokal
 
A. Merti Desa
Merti Desa merupakan sebuah prosesi tradisi lokal dalam bentuk kegiatan bersih desa.
Kegiatan ini sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong. Tujuannya
adalah agar Tuhan memberikan perlindungan dan keselamatan baqi masvarakat desa.
Salah satu kegiatan yang menqiringi tradisi Merti Desa adalah pertunjukan wayang kulit
semalam suntuk. Merti desa biasanya dilakukan pada tanggal 1 Muharram (Suran) dan pada
tanggal 10 Dhulhijah (Besaran).

B. Sambatan
Sambatan merupakan kegiatan yang dilaksanakan bersama-sama oleh warga desa dalam rangka memperbaiki rumah salah satu warganya. Aspek kegotongroyongan serta semangat solidaritas sangat kental dalam tradisi ini.

C. Tradisi Kumbakarnan
Tradisi ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempersiapkan pembentukan kepanitiaan hajatan pengantin warga desa. Istilah ini muncul karena pada tradisi in!, warga yang diundang disediakan makan yang melimpah, layaknya ketika raja Kumbakarna mau diangkat menjadi senopati perang dalam perang Baratayuda.


b. Kesenian Lokal
 
A. Kelompok Kesenian Campur Sari
Ada tiga kelompok campur sari yang hidup di desa Duwet, yaitu Tombo Ati, Adventura Nada
dan Abilowo. Kelompok campursari Tombo Ati dan Adventura Nada merupakan wadah dari para
pemuda desa dalam menyalurkan hobi berkesenian. Sedangkan kelompok campursari Abilowo
merupakan wadahnya orang-orang tua dalam berkesenian.

B. Group Wayang Kulit
Duwet pernah memiliki sesepuh dalang untuk wilayah Surakarta (pakeliran Surakartanan)
yang bernama Ki Wiro Warseno (guru dari dalang Ki Narto Sabdo). Putra-putranya kemudian
menemukan kiprahnya dengan membentuk group wayang kulit. Salah satu dari putranya yang
bernama Kesdik Kasdolamono saat ini menjadi sesepuh dalang wilayah Surakarta,
di samping menjadi dosen tamu luar biasa di STSI Surakarta.
.

 
 
2.
Cinderamata
   
Sektor industri yang berkembang di desa Duwet berupa industri rumah tangga. Hasil-hasil produksi dari industri rumah tangga ini dapat menjadi oleh-oleh yang menarik ketika berkunjung ke desa Duwet.

A. Makanan Khas Rengginan Ketela
Salah satu industri rumah tangga yang berkembang di desa Duwet adalah pembuatan makanan rengginan ketela. Di sini, komunitas pengrajin makanan rengginan ketela memiliki jaringan sendiri, yang diberi nama Ngudi Prayogo.

B. Kerajinan Sulak Bulu Ayam
Kerajinan rumah tangga yang lain adalah pembuatan sulak dari bahan bulu ayam, yang berlokasi terutama di dusun Soran dan Duwet. Pemasaran kerajinan ini sampai ke daerah Yogyakarta dan sekitar Klaten.

C. Kerajinan Wayang Kulit
Kerajinan wayang kulit merupakan usaha warisan dari leluhur warga desa Duwet. Kerajinan wayang kulit ini untuk menopang kesenian tradisional wayang kulit Pakeliran Surakarta yang melegenda di desa Duwet.

D. Kerajinan Bambu
Masyarakat desa Duwet juga memiliki industri rumah tangga yang bergerak di bidang kerajinan bambu. Berbagai barang dan hiasan yang bahan mentahnya terbuat dari bambu, tersedia di desa ini.

E. Kerajinan Lainnya
Selain industri rumah tangga seperti yang disebutkan sebelumnya, masyarakat desa Duwet juga memiliki beberapa jenis industri rumah tangga lainnya. Industri rumah tangga batu bata, dan atap rumah merupakan contoh industri rumah tangga yang juga ada di desa Duwet.


 
3.
Sarana Akomodasi
 
Bila para wisatawan ingin mengunjugi desa Duwet, tersedia sarana akomodasi berupa pondok-pondok wisata (home stay) yang dapat dipergunakan sebagai tempat bermalam. Untuk informasi tarif dan fasilitas, silakan lihat bagian paket wisata atau dapat langsung menghubungi Pusat Informasi Pariwisata desa Duwet.

  4. Paket Wisata
  Beberapa paket wisata ditawarkan oleh desa wisata Duwet. Salah satunya adalah Perkemahan
Pendidikan Alternatif Soran (Soran Alternative Education Camp - SAE Camp). Program-program
yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah;
- Program Anak Pelangi (bagi TK dan SD)
- Program Cahaya Bintang (bagi SMP dan SMU/SMK)
- Program Matahari Terbit (bagi perguruan tinggi dan organisasi masyarakat)
- Retret/Rekoleksi
- Program Wartawan Muda
- Rekreasi Pendidikan
- Program Perusahaan
- Program Bebas/Pilih Sendiri.

Paket wisata berdasarkan lama tinggal tersedia dalam paket berikut ini.
- Kunjungan satu hari, biaya US$ 15
- Kunjungan dua hari, biaya US$ 27
- Kunjungan tiga hari, biaya US$ 35
Semua biaya sudah termasuk transportasi dari bandara, makan pagi dan pondok wisata.

No Kegiatan Wisata Sub Kegiatan
Tarif (US $)
(per Orang)
Waktu
A. Kebudayaan
1.
Pertunjukan Wayang Melihat pertunjukan wayang
3,0
Bulan "Besar"
Belajar memainkan wayang
3,0
Bebas
Membuat wayang
3,0
Bebas
2.
Karawitan dan Gejog Lesung Melihat pertunjukannya
2,5
Bebas
Belajar memainkannya
2,5
Bebas
3.
Saparan Ikut serta dalam penyebaran apem
3,0
Bulan "Sapar"
4.
Sadranan Ikut serta dalam Kenduri
2,0
Bulan "Ruwah"
5.
Kethoprak Melihat pertunjukan Kethoprak
3,0
Bulan Agustus
6.
Srandul/Sruntul Melihat Sruntul
3,0
Bulan September
7.
Jathilan Melihat pertunjukannya
2,0
Bebas
8.
Wiwitan Prosesi panen
2,0
Musim panen
B Pertanian
1.
Tembakau Melihat proses penanaman
2,0
September-Desember
Menanam dan memanen
2,0
September-Desember
2.
Padi Melihat proses penanaman
2,0
Oktober-Maret
Menanam dan memanen
2,0
Oktober-Maret
3.
Pabrik gula tebu Mengunjungi museum
2,0
Bebas
C Situs-situs Sejarah
1.
Candi Merak Mengunjungi situs
2,0
Bebas
2.
Kolam renang Pluneng Mengunjungi lokasi
2,0
Bebas
3.
Kolam renang Cokro Tulung Mengunjungi lokasi
2,0
Bebas
D Industri Rumah Tangga
1.
Batu bata Mengunjungi lokasi
1,5
Bebas
Belajar membuat produk
1,5
Bebas
2.
Soun Mengunjungi lokasi
1,5
Bebas
Belajar membuat produk
1,5
Bebas
3.
Kerajinan bambu Mengunjungi lokasi
1,5
Bebas
Belajar membuat produk
1,5
Bebas
4.
Atap bangunan Mengunjungi lokasi
1,5
Bebas
Belajar membuat produk
1,5
Bebas
5.
Wayang kulit Mengunjungi lokasi
1,5
Bebas
Belajar membuat produk
1,5
Bebas
5. Pusat Informasi Wisata
 
Sekretariat Komite Wisata Soran
Soran, Duwet, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia
Telepon: (+62)822744423

SAE Camp
Soran, Duwet, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia
Telepon: (+62-272)3101269
Email: sae_camp@yahoo.com


Yayasan Soran
Jalan Suryo 45, Kebayoran Baru, Jakarta 12170, Indonesia
Telepon: (+62-21)7254190, (+62)818290974
Fax: (+62-21)7220926
Email: wiryanto@indosat.net.id
 
 
 
 
Designed & Managed by